Sumber: DetikCom
Sabtu, 28/07/2007 13:25 WIB
Ijazah Bukan Segalanya untuk Mencapai Kesuksesan
Steven Lenakoly - DetikSurabaya
Surabaya - Ijazah, bisa dianggap penting namun juga saja bisa tidak. Sebab, bagi sebagian masyarakat, ijazah seolah menjadi dewa untuk bisa sukses. Padahal anggapan itu tidak selamanya benar.
"Permasalahannya sebenarnya adalah tidak berimbangnya antara Knowledge dan Attitude. Indonesia kurikulumnya menekankan pada knowledge. Sedangkan Attitude minim diperhatikan," ucap George Surya Kencana, Direktur Program SDM Magister
Managemen Universitas Indonesia dalam bincang-bincangnya dengan detiksurabaya.com di Hotel Hyaat Surabaya, Sabtu (28/7/2007).
Pendidikan yang tidak seimbang ini merupakan salah satu sebab munculnya keinginan yang kuat untuk mendapatkan ijazah. "Hanya perlu ditekankan bahwa ijazah bukan keahlian," katanya.
Karena masyarakat Indonesia lebih mementingkan ijazah maka orientasi pendidikan hanya sebatas ijazah. Dapat ijazah berarti telah memiliki keahlian.
Sementara inti dari ijazah idealnya untuk mengetahui kemampuan seseorang.
Misalnya seseorang dengan ijazah Strata satu memiliki kemampuan lebih
dibandingkan dengan pemilik ijazah SMU. Padahal di Indonesia pemilik ijazah
sarjana, meski tidak semua, ada yang kemampuannya sama dengan pemilik ijazah SMU.
"Sudah waktunya untuk tidak mendewakan ijazah. Ijazah bukan merupakan satu-satunya tanda keahlian sesorang. Dan belajar tidak selalu di sekolah formal. Orang akan berhenti belajar jika mati," tambah George.
Di Surabaya sendiri, George datang untuk mengikuti reuni alumni lulusan Amerika Serikat di Surabaya yang digelar di Hotel Hyaat Surabaya pada Jumat (27/7/2007) malam. Dalam reuni itu juga mendiskusikan arti sebuah ijazah untuk mencapai sebuah kesuksesan.
Diskusi juga dihadiri oleh assitance public affair Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya serta sejumlah pengajar dari berbagai universitas di Surabaya. Semuanya lulusan dari berbagai negara. (stv/gik)